Kesehatan

Warga Petasia Resah Akibat Debu Tambang

787
×

Warga Petasia Resah Akibat Debu Tambang

Sebarkan artikel ini

Morowali Utara, Kolonodale – Warga di Kecamatan Petasia dan Petasia Barat, Kabupaten Morowali Utara, mengeluhkan kondisi debu yang kian parah dan telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir. Debu tersebut dinilai mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.

Kondisi ini dirasakan hampir di seluruh wilayah dua kecamatan tersebut, terutama di Kota Kolonodale dan sekitarnya. Setiap hari, debu beterbangan dan menempel di rumah warga, jalan, serta fasilitas umum. Minggu (18/1/2026).

Masyarakat pun mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Morowali Utara agar segera mengambil langkah tegas untuk mengatasi persoalan tersebut. Warga menilai penanganan harus dilakukan secepatnya agar dampak tidak semakin meluas.

Salah satu warga Kolonodale, Faisal DG Siame, menyebut debu tersebut berasal dari aktivitas pertambangan yang sudah berlangsung beberapa pekan terakhir. Namun, dalam empat hari terakhir, intensitas debu disebut semakin meningkat.

Menurut Faisal, kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena debu beterbangan hampir sepanjang hari. Warga terpaksa menutup pintu dan jendela rumah untuk mengurangi debu yang masuk.

Ia juga menilai debu tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, khususnya penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama bagi anak-anak dan lansia.

Hasil konfirmasi di sejumlah Puskesmas di Kecamatan Petasia dan Petasia Barat menunjukkan kasus ISPA menjadi yang tertinggi sepanjang tahun 2025, diduga kuat dipicu oleh paparan debu yang berkepanjangan.

Warga berharap pemerintah daerah, khususnya DLH Morowali Utara, segera turun tangan dan menertibkan aktivitas yang diduga menjadi penyebab pencemaran debu demi melindungi kesehatan dan kenyamanan masyarakat. JEM