Berita

Warga Desa Lee Krisis Air Bersih Dua Bulan

174
×

Warga Desa Lee Krisis Air Bersih Dua Bulan

Sebarkan artikel ini

Morowali Utara – Masyarakat Desa Lee, Kecamatan Mori Atas, Kabupaten Morowali Utara, mengalami krisis air bersih sejak dua bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari.

Krisis air bersih itu disebabkan rusaknya intek atau sumber penangkap air bersih milik desa. Kerusakan terjadi setelah wilayah tersebut dilanda curah hujan tinggi pada Februari 2026 lalu.

Curah hujan yang cukup tinggi memicu terjadinya longsor di sekitar lokasi intek air bersih. Material longsoran merusak fasilitas penangkap air sehingga distribusi air ke rumah-rumah warga tidak lagi berjalan.

Akibat kerusakan tersebut, aliran air bersih yang biasanya digunakan masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga terhenti total. Warga pun terpaksa mencari alternatif sumber air untuk bertahan.

Sebagian besar warga kini mengambil air langsung dari sungai yang berada tidak jauh dari permukiman. Air tersebut digunakan untuk memasak, mencuci, hingga kebutuhan mandi.

Kepala Desa Lee, Trisno Putrawan Dumpele, S.Hut, mengatakan kerusakan intek air bersih terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari hingga menyebabkan longsor di sekitar sumber air.

Ia menjelaskan, pemerintah desa telah melakukan upaya sementara agar masyarakat tetap bisa mendapatkan air, sembari menunggu perbaikan fasilitas intek yang rusak akibat bencana tersebut.

Pemerintah desa berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah agar perbaikan intek air bersih dapat segera dilakukan sehingga kebutuhan air bersih masyarakat Desa Lee kembali terpenuhi. JEM