Morowali Utara – Warga Kecamatan Petasia dan Petasia Barat mendesak agar hasil kesepakatan dalam pertemuan antara masyarakat dan sejumlah perusahaan tambang terkait penanganan dampak pencemaran debu segera direalisasikan. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Kantor Kecamatan Petasia pada Jumat (23/1/2025).
Kesepakatan itu lahir sebagai respons atas keluhan masyarakat terhadap aktivitas pertambangan yang dinilai menimbulkan polusi debu cukup parah dalam beberapa pekan terakhir. Debu yang menyebar di permukiman dan jalan utama dinilai telah mengganggu aktivitas warga.
Salah satu perwakilan masyarakat, Faisal DG Siame, menegaskan bahwa seluruh poin kesepakatan wajib dilaksanakan oleh pihak perusahaan. Menurutnya, dampak pencemaran debu sudah berada pada tahap yang sangat mengkhawatirkan, terutama bagi kesehatan masyarakat.
Ia menyebut, banyak warga mulai mengeluhkan gangguan pernapasan akibat terpapar debu tambang. Bahkan, sebagian masyarakat telah mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang diduga kuat dipicu oleh kualitas udara yang memburuk.
Faisal menekankan bahwa masyarakat tidak menuntut kompensasi materi, melainkan hanya menginginkan lingkungan yang sehat. “Kami yang punya daerah, kami yang punya wilayah. Kenapa kami yang harus mengemis. Kami cuma ingin hidup nyaman di daerah kami,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa masyarakat hanya membutuhkan udara bersih untuk menunjang kehidupan sehari-hari. “Kami hanya butuh udara yang sehat, kami tidak butuh kompensasi, karena kami masih bisa juga mencari nafkah,” tambahnya.
Menurut Faisal, tanggung jawab utama ada pada pihak perusahaan untuk mengelola aktivitas tambang agar tidak merugikan masyarakat sekitar. Ia berharap perusahaan serius menindaklanjuti hasil pertemuan, bukan sekadar janji di atas kertas.
Namun demikian, Faisal mengingatkan bahwa apabila kesepakatan tersebut tidak direalisasikan oleh manajemen perusahaan, maka warga akan mengambil langkah tegas. Ia menyatakan siap bersama masyarakat turun ke jalan sebagai bentuk protes.
“Jika tidak ada realisasi penanganan sebaran debu, kami bersama warga akan menutup akses jalan penyuplai BBM ke perusahaan,” tegas Faisal, sebagai ultimatum kepada pihak perusahaan tambang agar segera bertindak nyata. JEM











