Morowali Utara – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Morowali Utara merilis laporan analisis sebaran kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) periode 2023–2026 yang menunjukkan tingginya angka penderita di wilayah lingkar pertambangan.
Dalam laporan tersebut, Dinkes menyoroti bahwa kunjungan pasien ISPA paling banyak terpusat pada fasilitas kesehatan yang berada di sekitar area operasional tambang.
Tercatat tiga klinik dengan jumlah pasien tertinggi, yakni Klinik Afifa Kolonodale dengan 3.189 kasus sepanjang 2025 dan 340 kasus per Januari 2026, disusul Klinik Krishna Desa Bunta sebanyak 2.707 kasus pada 2025 dan 256 kasus per Januari 2026.
Sementara itu, Klinik Stardust Estate Investment di Desa Bunta mencatat 1.395 kasus ISPA sepanjang 2025 dan 7 kasus per Januari 2026. Ketiga klinik tersebut diketahui seluruhnya beroperasi dalam lingkar tambang di Morowali Utara.
Sebaliknya, fasilitas kesehatan di luar wilayah lingkar tambang menunjukkan angka yang lebih rendah dan fluktuatif, seperti Puskesmas Baturube dengan 488 kasus pada 2025 dan 25 kasus per Januari 2026, Puskesmas Potowe Indolijo 392 kasus pada 2025 dan 15 kasus per Januari 2026, serta Dokkes Polres Morowali Utara hanya 29 kasus sepanjang 2025 dan nihil kasus per Januari 2026.
Dinkes menilai tingginya mobilitas penduduk serta pencemaran udara di sekitar kawasan industri menjadi faktor utama meningkatnya kasus ISPA di wilayah lingkar tambang.
Menyikapi temuan tersebut, Dinas Kesehatan merekomendasikan kerja sama lintas sektor dalam pengendalian polusi udara serta mengimbau masyarakat menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menggunakan masker di area berisiko, dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala ISPA demi menekan angka kasus di Morowali Utara. JEM








